Pages

Monday, March 4, 2013

8 Jurus Backpacking ke Luar Negeri

Ilustrasi perlengkapan
Saat ingin liburan ke luar negeri dengan cara backpacking, traveler memang harus tahu konsekuensinya: repot mengurus semua keperluan sendiri. Tapi tenang saja, Anda bisa mengikuti 8 tips berikut ini.

Kebanyakan wisatawan yang ingin pergi ke luar negeri biasanya akan menggunakan jasa agen wisata. Cara ini memang praktis, Anda tinggal tunjuk destinasinya dan tentukan tanggal keberangkatan. Tapi, bukankah itu perlu biaya yang cukup besar?

Nah, untuk Anda para traveler yang lebih senang pergi sendiri tanpa bantuan agen wisata, tak perlu bingung. Asal teliti, liburan Anda ke luar negeri dengan cara backpacking juga bisa seru. Tentunya dengan menyiapkan semua perlengkapannya seorang diri. Agar tidak ada yang terlewatkan, coba ikuti 8 tips ini:

1. Tentukan destinasi sebaik mungkin

Pergi tanpa jasa agen wisata itu berarti Anda akan mengurus semua sendirian, termasuk juga memilih destinasi yang tepat. Jika dengan agen wisata Anda bisa bertanya tentang tujuan yang ingin dituju, tapi tidak dengan saat Anda backpacking. Jangan khawatir, saat ini banyak situs yang memaparkan berbagai destinasi di dunia, termasuk detikTravel.

Cari informasi sebanyak-banyaknya, mulai dari cara menuju ke sana, menginap di mana, sampai kuliner dan oleh-oleh khasnya. Anda juga bisa membaca kisah para traveler yang sudah lebih dulu ke sana di blog mereka.

2. Scan tanda pengenal dan itinerary

Sebelum berangkat, lebih baik untuk men-scan beberapa tanda pengenal yang Anda miliki, termasuk juga dengan itinerary. Kopi jadi 2, yang satu bisa Anda simpan sendiri di handphone dan yang satunya lagi bisa diberikan ke keluarga di rumah. Langkah ini hanya untuk antisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan nanti saat traveling.

3. Catat beberapa percakapan menggunakan bahasa setempat


Catatlah beberapa bahasa percakapan ringan, terutama jika penduduk di sana kurang memahami bahasa Inggris. Sewaktu saya ke Vietnam, kemampuan berbahasa Inggris penduduknya sangat payah. Mengetahui percakapan ringan dalam bahasa lokal akan membantu terutama saat bertanya arah dan alamat serta berbelanja.

4. Bawa alat tulis dan peta

Bawa selalu alat tulis, peta, dan kertas. Pengalaman saya naik bus umum dari Ho Chi Minh menuju ke Chu Chi Tunnels. Oleh karena pelafalannya berbeda, jadi sia-sia ketika saya menyebutkan tempat yang akan dituju. Mereka hanya menggeleng, lalu ketika saya tunjukkan tulisannya, maka mereka mengerti. Begitupun peta, terutama peta penginapan. Saat saya hanya tunjukkan kartu nama berisi alamat penginapan, yang ditanya hanya bingung dan menggeleng. Tetapi ketika saya tunjukkan peta, mereka langsung mengerti tempat yang saya maksud.

5. Siapkan uang

Selain bahasa dan dokumen, mata uang juga penting. Pastikan Anda membawa mata uang paling lazim, yakni Dollar AS yang bisa langsung ditukar ke mata uang lokal. Hal ini untuk berjaga-jaga meskipun Anda berencana menggunakan layananan ATM selama perjalanan. Tukar secukupnya dan pergunakan semaksimal mungkin. Tapi bisa juga Anda sudah menyiapkannya dan menukarkannya saat masih di Indonesia.

6. Tak perlu bawa banyak barang

Untuk menghemat bagasi, pilih baju yang tipis serta peralatan mandi dan make-up yang bentuknya kecil. Sebenarnya peralatan mandi juga bisa diperoleh di penginapan. Namun berhubung acara jalan-jalannya adalah gaya backpacker, sehingga penginapan yang saya pilih semurah mungkin. Ada harga, ada kualitas. Tak selalu tersedia peralatan mandi yang lengkap terutama untuk penginapan kelas melati.

7. Cari tahu cuaca di sana

Sebelum berangkat, cari tahu dulu seputar informasi cuaca di tempat yang menjadi tujuan Anda. Dari Ho Chi Minh City, saya menuju Hanoi. Sesampainya, saya kaget bukan main ternyata bulan Februari di Hanoi masih musim dingin. Di ransel saya hanya ada beberapa lembar kaos dan jaket denim yang kurang tebal. Akhirnya terpaksa saya membeli sebuah jaket bulu tebal, kalau tidak ingin mati kedinginan. Suhu di sana saat malam hari mencapai 6-8 derajat celcius, cukup dingin bagi saya yang terbiasa tinggal di Jakarta.

8. Jangan 'kebelet' membeli kartu provider handphone

Saat ini, traveling tanpa sosial media tampaknya mustahil. Ya, inilah hobi para traveler, posting lokasi di mana mereka berada. Tapi jangan terburu-buru untuk membeli kartu provider handphone, ada baiknya menggunakan fasilitas wifi saja. Cara ini memang agak merepotkan, tapi setidaknya Anda bisa menyimpan uang yang seharusnya digunakan untuk membeli kartu untuk keperluan lainnya.

Sumber

No comments:

Post a Comment